Thursday, March 5, 2009

Kisah-ku dan Kyai itu ( maaf ya kyai )

 

animasi santri 1 Kisahku yg ini emang antic banget . sudah kebiasaanku dari dulu suka sowan ke-rumah2 para kyai sepuh . itupun aku lakukan juga ketika aku masih mondok di PP AL-FALAH ploso mojo kediri . berbagai macam dan ragam para kyai-kyai yang aku sowani. Pokoknya jika aku dengar disuatu daerah yg terdapat kyai sepuh yg ‘alim pasti aku datangi rumah beliau . yaa tujuanku Cuma sederhana aja , pingin mendapat keberkahan dan penyemangat hidup . diakui atau tidak para kyai sepuh itu hampir keseluruhan umurnya beliau persembahkan buat ALLAH . jadi pantas jika aku berpendapat beliau-lah orang-orang yang dicintai Allah . nah , siapa tahu dg bertemu beliau2 aku bisa meniru jejak langkah beliau . yak kan ? ( ada yg protes dan keberatan ? )

Kisahnya begini :

Se-ingatku didaerah kediri bagian kota aku mendengar kebesaran nama se-orang kyai . bagiku , nama besar itu bukan terkenal karena jabatannya atau dikelilingi orang-orang besar pula . namun nama besar menurutku adalah meski ga’ seberapa terkenal namun beliau bener2 bisa bertindak seperti layaknya seorang kyai . beliau pengasuh salah satu pesantrn didaerah situ .

segera aku bersama temenku , udin berkunjung ke-rumah beliau . emang aga’ susah sih nyari alamat beliau . ya karena didaerah kediri kalian kan tau , banyak pesantren yg berdiri disitu . besar-besar lagi !. makanya kediri pantas dapet julukan ‘ kota santri ‘ .

dari perjuangan kita akhirnya ketemu juga letak pesantren dan rumah beliau . lalu aku bersama temenku naik bis kejurusan pangkalan yg deket dg tempat beliau . setelah sampai ganti aku naik becak .

nah , sudah sampai nih . terlihat tuh ada bangunan besar dan disitu terlihat terdapat masjid pula disekitar nya . lumayan bagus juga pesantrennya . aku lihat dari kejauhan banyak juga para santri yg sedang melakukan tugas2-nya . ada yg nyapu halaman komplek . ada yg mengeringkan pakaian yg habis mereka cuci dan ada juga yg belajar dan sesekali sambil tertawa . ah terlihat nyaman banget kehidupan mereka .

aku turun dari becak . aku tanyakan pada tukang becak itu :

“ pak , nih bener pesantren-nya kyai (?) . maaf ga’ tak sebutin namanya “

“ oh iya . betul mas . tuh pesantrennya “ . jawab bapak tukang becak itu sambil nunjuk kearah pesantren depanku itu .

“ oh . kalau gitu makasih ya pak “

setelah membayar tukang becak itu , aku-pun bersiap-siap ganti pakaian dulu . ya ga’ lucu atuh , masa’ sowan ke kyai dg pakaian ala preman gini . aku udah siapin seperangkat busana muslim lengkap sarungnya ( he he kaya’ mo nikah ya ? ) .

namun sebelum aku ganti pakaian aku belie es krim jalanan dulu yg berhenti didepan gerbang pesantren itu . disaat nunggu es krim , disitu ada bapak yg agak tua , yg kulitnya agak item ( sorri ) , kepalanya botak , berpakaian tani warna item dan celana yg aga’ pendek item juga . dia melewati tempatku beli es krim itu dg bawa kayu bambu    ( 2 meteran kali , aku ga’ tau persis panjangnya . lupa ngukur sih ) dan pisau yg aga’ panjang . keliatannya sih habis nyari bambu itu . dia keliatan lumayan kotor sih . so , pas banget deh jika profesinya tani .

dengan sopannya dia menyapa aku .

“ monggo mas “

“ ya pak “

aku sih ngebalesnya biasa aja atuh ( emang harus make’ lompat bi ? ) soalnya dia kan Cuma petani . jadi ya aku biasa aja .

“ eh pak . maaf ya , kyai …(? ), pengasuh pesantren ini bisa ga’ ya disowani ?”. tanyaku padanya .

“ insyallah bisa mas . memangnya mas belum pernah kesini ya ? darimana ? “ . jawabnya sopan dan balik nanya’ aku .

“ belum pak . saya dari Surabaya . eh , pak , disini banyak juga ya santrinya ? santri yang putrinya juga ada ya pak ?”.

“ iya . lumayan banyak . santri putrinya juga banyak . kenapa mas ?”. Tanya-nya pdku dg heran .

“ ah , engga’ , tapi sapa tau ntar saya ditawarin santrinya yg putri . lumayan kan pak? ha ha ha . emang kyai-nya punya istri berapa pak ? “

“ kalau ga’ salah istrinya tiga mas “. Jawab bapak itu .

“ wah , curang tuh kyai . saya aja yg masih muda belom dapet istri sama sekali . ah, ntar jika bertemu sama kyai-nya , saya mau minta santri putrinya satu deh”.

“ mas bisa aja . ya dicoba aja mas “ .

“ emang bapak kenal ya sama kyai-nya ? “ tanyaku pd bapak itu .

“ insya allah kenal dekat sekali mas . oh iya , maaf mas saya mau teruskan pekerjaan saya . silahkan aja kalau mau sowan “ kata bapak itu sambil pamit pergi padaku .

“ oh silahkan pak “.

Akhirnya bapak yg seperti tani itupun pergi meninggalkan aku dan temenku . setelah merasakan es krim , aku siap2 ganti pakaian di masjid itu . ya harus cuci muka dahulu dan merapikan penampilan . kan mau menghadap seorang kyai ? Harus cakep pisan atuh . ya kan ? .

Nah , singkat kisah aku dan temenku dah siap semuanya . dan sekarang menuju rumah kyai . tiba didepan rumah terlihat sudah ada santri putra bagian penerima tamu . aku-pun dipersilahkan masuk .

wah ternyata didalem sudah banyak juga tamu2 yang sudah disitu . semua tamu terlihat anteng dan diem . kalaupun ngobrol itupun dg cara berbisik . yah emang gitu mestinya jika berada dirumah seorang kyai . akupun Tanya pd santri tadi .

“ kyai-nya ada kang ? “

“ oh ada , mohon nunggu bentar , beliau masih mandi “ . jawabnya .

“ oh iya kalau gitu . makasih ya kang “ .

dan aku pun dipersilahkan duduk bersama para tamu . dan tak lama santri itu keluar lagi dg membawa minuman buat aku dan temenku . dengan sabar aku menunggu kyai keluar untk menemui para tamu . sambil ngobrol dan tanya2 pada tamu2 lain . dan . . . .

tibalah saat yang dinantikan . sang kyai udah terdengar akan menemui kita . semua tamu serempak menata duduknya dg sangat sopan . termasuk aku . dan apa yang terjadi ?

begitu kyainya keluar dg pakaian seperti layaknya para kyai . putih bersih dan pakai sorban . tapi sebentar , kok rasanya ada yg aneh ya setelah melihat langsung kyai itu ? …

oh my god . . . beliau kan yg tadi didepan yg aku ajak ngobrol , yang bawa bambu dan pisau itu ? yang aku sangka seorang petani .

aduuuh . . . kaya’ hilang deh akal sehat ku ..malu banget tau ! gimana engga’ , wong tadi orang itu aku Tanya masalah santri putri dan masalah istri2 kyai . apalagi aku ajak becanda “ siapa tahu nanti kyai menawari aku santrinya “ gitu .. eh ga’ taunya , malah bapak itu kyai-nya . gimana coba ?

temenku langsung menepuk kakiku dan bilang dg berbisik :

“ rasain lo bi “ .

huuh jengkel aku sama dia . udah deh ga’ aku terusin ceritanya . yg pasti kalian pasti tau , seperti apa rasa malu yg aku alami waktu itu .

thanks

abi .

1 comment:

  1. he he kisah hidup yg layak untuk di ingat hehehe...

    Salam kenal

    curly hair

    ReplyDelete

eits ! tunggu dulu dong ... kan blom nulis coment ya kan ?! ayo diketik coment-nya ye

KISAH MBAH SHOLEH SEMENDI DAN MBAH FATAH SEGOROPURO

Dulu , sesama habaib jawa apabila sudah berkumpul atau bertemu pasti tak lepas dari yg namanya becanda ala kyai . dan trad...