Wednesday, March 4, 2009

Kisah singkat aku dan si-bapak itu ( 28 - 11 - 2008 9 : 30 AM )


gubug

tulisan ini aku tulis atas dasar apa yg aku dengar dan aku liat . langsung aja g' banyak prakata . waktu itu aku lagi maen ketempat temen-ku yg punya pesantren. kebetulan temenku itu pengasuhnya sendiri . dia masih muda . meski pesantrennya kecil dan santrinya dikit sekali , namun tetep aja yang namanya pesantren kegiatannya sama dg pesantren lain-nya . yaitu ngaji ( belajar ilmu agama mulai tafsir , nahwu , sharaf , fiqh dll ) . bi ! ,abi ! , nih tulisan ujung-nya kemana sih ? banyak omong banget ! he he ok , langsung aja :

siang itu , ada tamu seorang bapak yg g’ seberapa tua , keliatannya sih dia tuh orang kaya dan berlagak agak g' sebegitu suka ama pesantren , lho ? kok sampai nyasar ke pesantren ini gimana ? . gini , anak-nya tuh ternyata mondok dipesantren temenku itu . namun keliatan g' dikasih ijin ma bpk-nya . padahal si-anak tadi pingin banget bisa ilmu agama , apalagi bisa baca alqu'ran . lalu si-anak tadi tetep pada keinginannya utk menetap dipesantren . katanya sih udah pamit ama ortunya , namun bagi sang ayah ngijinin secara setengah2 aja . nah singkat cerita , akhirnya si-anak tadi dipertemukan ama bapaknya ( dia nih udah berada dipesantren 3 bulanan mungkin ) .

 

pada awalnya , si-bpk tadi nanya’ ringan2 aja ama anaknya . tentang gimana kabarnya lah , makannya gimana , dan lain2-nya . namun pada akhirnya sibapak itu menasihati anaknya yg kalimat2-nya tuh ga' enak banget didenger buat dunia pesantren . dia bilang gini :

“ kalau kamu tetep bertahan dipesantren terus , bagaimana dengan masa depan kamu ? . mau makan apa kamu kelak ? sudah ga' punya ijazah . apa dengan berpakaian sarung dan kopyah bisa nyari penghasilan buat ngehidupin keluarga ?. sudahlah , kamu dirumah aja . belajar agama dirumah juga bisa “  .

... dan bla . . . bla bla ..banyak banget ngomongnya .

hmmm . . . gimana coba ? jelas aku dan temenku tuh kesinggung buanget ! . kaya'-nya dimata bapak itu , pesantren ga' layak buat ngejamin masa depan . dan aku heran banget ama temenku pengasuh pesantren itu , diem aja . ngerasa ga' tahan akhirnya aku mulai ngajak bicara ama sibapak itu :

" mari pak , silahkan diminum teh-nya "

kataku membuka pembicaraan .

“ oh iya mas , terima kasih "

jawabnya dengan nada yg layaknya orang kaya didepan orang biasa seperti aku . dasar emang aku , meski orang biasa namun ga' sudi dong diperlakukan kaya' gitu .

" kelihatannya bapak kurang sreg ( kurang suka ) ya putranya berada dipesantren ini ?". tanyaku lagi .

" bukannya kurang sreg , tapi saya mau anak saya ini meneruskan kuliahnya agar nantinya bisa enak kedepannya " .

" oh gitu , ennnnggg bapak ini kerjanya apa ? " . tanyaku.

" saya ? saya bekerja disalah satu bank didaerah surabaya sini " .

jawab bapak itu dengan agak suara menyombong banget .

" oooh . baguslah . pasti bapak orang-nya sibuk banget ya ? ".

" yah beginilah , namanya juga tugas . ya harus kita kerjakan . ini semua kan demi anak istri . tapi , nih anak ( sambil noleh ke anaknya ) masih kurang ngerti aja sama orang tua ".

kulihat wajah anak bapak itu , kelihatan dia seperti berharap agar aku bisa membantunya untuk meyakinkan bapaknya agar memberi izin dia dipesantren .

" emangnya , jika anak bapak ini terus dipesantren bisa menyebabkan kerugian apa terhadap bapak ?" .

dia mulai agak heran melihat aku nanya' kaya' gitu .

" ini bukan masalah rugi dan untung . tapi ini demi kelancaran masa depan anak saya kedepannya . apalagi jaman sekarang yang apa2 harus perlu ada ijasah untuk bisa ngelamar kerjaan . coba bayangkan , gimana nantinya setelah anak saya ini sudah berkeluarga ? . kalau g' ada pekerjaan tetap ? terus gimana ? " . jawab bapak itu setengah ngotot .

" iya , saya ngerti maksud bapak . namanya juga orang tua , ya jelas mikirin nasib anaknya kan ? . tapi saya mau tanya kebapak , katakanlah anak bapak sekarang mau ikut pulang sama bapak . apakah bapak akan langsung masukin dia kebangku kuliah ? ( hehehe ... kaya' bangku sekolah SD aja yah ) .

" iya , rencananya saya masukkan ke universitas ... ( ? ) . karena banyak yg keluar dari sana terus langsung dapet kerjaan " .

" gitu ya ? berarti ada juga yg sampai sekarang belum dapat kerjaan kan pak ? " .

' yaaa tapi masih banyakan yg berhasil mas " . katanya angkuh ..

" baiklah kalau gitu , gini aja , kenapa bapak ga' buat jaminan kepastian aja sama anak bapak " .

" maksudnya ? " . tanya bapak itu heran .

" katakan sama anak bapak begini :

jika kamu ga' dipesantren lagi . terus kamu kuliah , maka bapak jamin kamu akan dapat pekerjaan yg bagus dan nantinya akan kaya " .

" mas ini ada2 saja ... siapa yang bisa menjamin kehidupan atau masa depan seseorang ? semua kan sudah diatur sama yg diatas “ . ( tuh , kebiasaan orang2 jaman sekarang . nyebutin nama tuhannya aja g' mau . eh malah ' yang diatas ' . emang genteng apa ? ).

" jadi bapak sendiri masih ga' tau , kedepannya anak bapak spt apa ? " .

" saya memang ga' bisa kasih jaminan kepastian pada anak saya , tapi nabi kan pernah berkata siapa yg berusaha sungguh2 maka berhasil . ya kan ? “ .kata bapak itu meyakinkan banget .

" wah , bapak aneh , disisih lain , bapak ga' nanggepin kata nabi . namun disisih lain , bapak pakai kata nabi yg lainnya untuk mendukung pendapat bapak . jangan gitu ah , semua perkataan nabi itu baik kok jika dikerjakan . namun jika bisa ngerjain yg sebagian aja , mbok jangan merendahkan anjuran nabi lainnya dong .. " . kataku . 

terus terang , aku emang dalam posisi jengkel ama tuh orang . abis ! ga' peduli didepan orang ngomong dg se-enaknya sendiri sih . emang aku patung apa ? didepan anaknya kok ngomong-nya kaya' gitu .

" siapa yang ga' nanggepin kata nabi ? mas ini jangan menuduh sembarangan ya . pakai tatakrama dikit kalau bicara sama orang ! jangan menuduh sembarangan ! emang mas ini siapa berani ngomong gitu ke-saya ? " .

wah, dia bener2 marah keliatannya . muka merah . begitu aku liat dia marah , aku malah nyantai aja .

" silahkan diteruskan . . . " kataku .

" maksudnya apa kok diteruskan ? " .

" bapak kan saat ini marah , jika masih ada lagi kata2 yg akan dilontarkan bapak , silahkan . saya akan mendengarkan kok " .

" dasar tak punya sopan santun dan tatakrama ! memangnya kamu siapa ?" .

habis ngomong gitu , dia diem agak lama . lalu aku tanya pada bapak itu .

" sudah pak ? " .

" ya , sudah . terus kenapa ? "

" boleh saya bicara ? "

" silahkan , tapi harus pakai tatakrama ! " .

" baiklah . sebelumnya saya sangat matur suwun sama bapak yg mau meng-ingetkan saya tentang tatakrama . dan tadi bapak nanya' emang saya ini siapa ? itu tak perlu saya jawab . karena saya bukan sapa2 dan bukan apa2 .

tapi , agar pembicaraan ini bisa enak , maka saya minta sama bapak agar kesempatan bicara saya ini jangan diputus . biarkan sampai selesai agar jadi jelas semuanya . bagaimana pak ? bapak tak keberatan ? " .

" silahkan . . . " kata bapak itu .

" begini , tentang tatakrama yg bapak singgung barusan , ini akan saya kemukakan terlebih dulu . sebab bapak sendiri yang memulai topik ini . bagi bapak, saya kurang punya tatakrama . itu saya akui dan saya sengaja . kenapa ? karena bapak sendiri yg mengajari kami untuk tak memakai tatakrama lagi .

 

meski itu hak bapak menasehati dan memarahi anak bapak dg merendahkan pesantren , namun itu bapak lakukan dan ucapkan dihadapan si-tuan rumah dan saya yg sudah seperti keluarga disini . jadi tak heran jika tuan rumah merasa tersinggung .

terlebih lagi , bapak hanyalah seorang tamu dirumah ini . siapapun atau apapun anda , tetap sebagai tamu disini dan harus ada tatakrama tersendiri .

keluarga saya alhamdulillah telah sangat mendidik saya bagaimana cara bertatakrama pd siapapun , namun bukan berarti diam saja ketika mulai ada yang meng-injak2 harga diri . kesombongan sudah selayak nya dihadapi dg kesombongan pada saat tertentu " .

wah , terlihat buanget sibapak itu agak mulai keliatan malu . dia mungkin mulai ngerasa dg apa yg telah dia perbuat . lalu aku terusin bicaraku :

" terus kenapa saya tadi bilang bahwa , anda disatu sisih ga' nanggepin sabda nabi dan disisih lain , anda pakai sabda nabi demi pembenaran kepentingan anda sendiri ? .

begini , jika anda pernah baca buku2 tafsir , hadist dll tentang islam , pasti anda mengakui bahwa mencari ilmu agama dan ilmu dunia sama2 diperintah . namun anda pasti tahu diantara keduanya tadi mana yang paling diperintah dan yang lebih utama ? . apa perlu saya jawab ? “  .

" tak perlu . saya sudah ngerti " jawabnya dg nada gengsi bercampur malu .

" nah jika bapak tahu bahwa dua perkara tersebut sama2 diperintahkan untuk dicari , dan anda tahu bahwa ilmu agamalah yg paling utama dibanding ilmu duniawi , kenapa bapak bicara yg tidak patut terhadap orang2 yg berada dipesantren ? .

jika saya tanyakan lagi pada bapak , mana yg lebih wajib antara sholat 5 waktu dan bapak masuk kerja tepat waktu ?

 

bapak pasti tahu jawabannya . kalau anda sudah mengakui bahwa sholat 5 waktu yg lebih wajib , apa ga' wajib terlebih dulu bapak itu mengetahui ilmu-nya melaksanakan sholat , baru kemudian mengetahui ilmunya mencari pekerjaan atau duniawi ? . atau , saling bersamaan .

sekarang , katakan lah , kita ini malas kedua2-nya .

- ga' sholat 5 waktu dan ibadah wajib lainnya .

- dan juga menentang bos kita ditempat kita bekerja .

maka kita akan menghadapi dua masalah :

pertama :

kita akan berhadapan dg Alloh yg telah menghidupi dan memberi kita rizki selama hidup diakhirat nanti .

 

kedua :

kita akan berhadapan dg Bos tempat kita bekerja yg paling parah , kita akan dipecat .

nah sekarang mana yg kita takutkan , siksa Alloh karena kita dulu-nya malas melaksanakan semua perintahNya ?

atau pada Bos yg karena kita menentang perintahnya ? .

maka inti atau arah pembicaraan saya adalah , bahwa mencari ilmu yg berhubungan dg ibadah wajib perintah dari Alloh seperti sholat 5 waktu , puasa , zakat , haji itu wajib hukumnya bagi semua orang muslim .

 

dan . . . mencari ilmu yg berkenaan dg hal2 duniawi seperti sekolah , kuliah atau apapun agar nantinya bisa bekerja itu juga wajib hukumnya dg mengatur tujuan baik pada si pelakunya .

namun ? ke-wajiban pada dua hal tadi , yang pertama-lah yg paling utama untuk didahulukan . sebab itu menyangkut ibadah pada Alloh .

jika bapak saat kuliah dulu , atau sekarang saat sudah bekerja sangat menghormati , disiplin dan takut pada peraturan2 universitas tempat bapak . dan bos tempat anda bekerja . hingga bapak selalu melakukan semua itu meski dg membayar juta-an .

kenapa tidak lebih dari itu jika menghadapi peraturan dan kewajiban dari Alloh SWT yg notabene telah menghidupi bapak ? , memberi akal dan kesehatan hingga sekarang ? bukan-kah pada Allah-lah kita semua kembali ? pertanggung jawaban kita akan ditunggu .

nah , itu guna-nya ada pesantren-pesantren dibumi ini . tempat yang dikhususkan mempelajari halal dan haram , wajib , sunnah , sah dan tidak sah-nya semua jenis per-ibadatan menghadap Allah.

sekarang masalah jaminan masa depan . di-awal2 tadi bapak sudah tak bisa menjamin kehidupan anak bapak kelak . saya tanyakan pada bapak satu hal saja . begini :

apa ada jaminan dari anda , pekerjaan dan kekayaan yg sekarang anda miliki , akan masih ada hingga besok pagi ?

atau bapak masih hidup hingga besok ?

jika masih hidup ditahun depan , apa ada jaminan bapak masih menjadi orang kaya seperti saat ini ? .

sekarang saya tanya lagi , jika anak bapak kuliah hingga selesai , apa ada jaminan nantinya akan berhasil jadi orang kaya ? atau dapat pekerjaan ?

terus jika anak bapak masuk dipesantren utk belajar agama , apa ada jaminan kelak , dia akan susah dan miskin hidupnya ? . bapak ga' perlu jawab untuk hal ini . karena jawaban semua itu cuma Allah yang tahu " .

sebenernya pembicaraan ku masih banyak . capek ngetiknya . sumpah deh , sibapak itu diem aja . dia seakan membenarkan omongan saya . dan akhirnya kita semua jadi teman baik yg saling mengisi . si-bapak itu sering call aku menanyakan tentang hal2 yg berhubungan agama .

wah , happy ending ya . . .

ok teman , mari kita saling menghormati dan menghargai diantara kita . pesantren juga punya masa depan bagi santri2-nya kok .

kaya dan miskin juga bisa datang pada semua orang . yang penting kita saling kenal dan bersahabat ok .

tanks

abi - surabaya .

No comments:

Post a Comment

eits ! tunggu dulu dong ... kan blom nulis coment ya kan ?! ayo diketik coment-nya ye

KISAH MBAH SHOLEH SEMENDI DAN MBAH FATAH SEGOROPURO

Dulu , sesama habaib jawa apabila sudah berkumpul atau bertemu pasti tak lepas dari yg namanya becanda ala kyai . dan trad...