Wednesday, February 25, 2009

Apa bener semua warga NU wajib pilih PKB ?

NU logo

 bahkan ga’ tanggung-tanggung hukumnya fardhu ‘ain untuk setiap warga NU pilih PKB . yang bener nih ? ya emang gitu yg telah disampaikan oleh salah satu orang warga NU yg jadi pengurus PKB . malahan dia tuh pengasuh salah satu pesantren pula . kebetulan aku baca disalah satu blog-nya yg mengatakan itu . setelah aku baca tulisannya , langsung aku balas dg mengirim comment . nih dia surat balasan ku :

“ yang bicara seorang kyai pemangku pesantren ( salam hormat buat beliau ,KH…( ? sorri , ga’ aku sebutin namanya ) atas ke-utamaan ilmu yg diberikan ALLOH pd beliau ). saya pasti senang menerima fatwa2 dari beliau dalam bidang agama .

namun disini beliau berbicara bukan dalam koridor sebagai seorang kyai yang didepan para santrinya yg punya wewenang mewajib-kan para santri utk ikut pengajian , mujahadah tengah malam dll . yg beliau tulis disini adalah sesuatu yg besar , besaaar sekali lingkupnya . namun meski besar , kebesaran-nya tak seperti suatu agama yg wajib punya doktrin . seperti orang islam wajib meng-imani apa yg sudah ditentukan . atau jika ada orang muslim yg meng-anggap salah satu sholat 5 waktu dengan sunnah , maka dia bisa2 murtad !.

yang kyai bicarakan disini adalah suatu organisasi politik yang katanya dibentuk oleh para pemimpin NU . dan kebetulan kyai ini menjadi Anggota Dewan Syuro PWNU Jawa Barat , Ketua Dewan Syuro DPC PKB Subang dan Mustasyar PKB DPD PKB Jawa Barat . wah , ya jelas tugas kyai adalah untuk kepentingan itu . jadi jelas aja siapapun orang NU yg keluar dari PKB , langsung dianggep khianat . tapi bagaimana orang NU yg ada di PPP atau PKNU atau dilainnya ? mereka pasti punya alasan sendiri . alasan yg membuat mereka pantas ke partai2 itu . bahkan alasan selain dapat jabatan atau uang pun mereka pasti punya .

memang NABI SAW pernah bersabda tentang golongan yg selamat diakherat nanti yaitu ahlussunnah waljama’ah . sekarang pertanyaannya adalah:

apa itu PKB , PPP , PKNU dll dibanding dengan ahlussunnah ? . yang jelas ahlussunnah itu sudah terpaket lewat nabi berupa tuntunan dari al’quran dan hadist . ini ahlussunnah lo bukan PKB dll , soalnya itu sudah lain . kalau sebuah organisasi islam lalu mengklaim bahwa dirinya paling ahlussunnah itu keliru . jelas lainnya kesinggung . lain lah ahlussunnah dan PKB. yaaa , paling PKB nya berlandaskan sunnah nabi . gitu kan ? apa lainnya engga’ ? ( maaf , saya ini netral aja ) .

saya sangat sedih dg gambaran kyai tentang jibril yg sowan ke kyai hasyim asy’ari itu. kenapa sampai segitunya ? kan postingan kyai diblog itu cuma ‘ pemikiran ‘ aja ? kenapa sampai memberi hukum khiyanat pd yg g’ ikut PKB ? dan buat contohnya kok sampai kemalaikat jibril ? . kalau kyai (…?) adalah orang biasa , atau anggota organisasi biasa , saya maklum . tapi njenengan itu pemimpin pesantren . kenapa nada bicaranya malah cenderung ke memprovokasi ? bukankah dibelakang PPP atau PKNU itu juga banyak para kyai ? dan bukankah setiap kyai itu punya santri dan pengikut ? lalu apa jadinya kalau kyai mereka mendapat panggilan pengkhiyanat ? dan saya yakin , tak ada satu kyai-pun yg akan mengajak pengikutnya untuk kesesatan. mereka sama2 punya dasar dan ahlil ilmi .

maaf kyai , sampeyan boleh saja bicara dalam tubuh PKB itu sudah sejalan dg islam atau memperjuangkan islam , ya itu mungkin tujuan kyai ( saya yakin itu ) , tapi PKB bukan ditempat sampeyan saja , ada dipenjuru nusantara . lha mana tahu kyai, apa yg terjadi pada PKB-2 yg ditempat lain ? jika kyai tak mampu bertanya pada per-orang dari PKB dipenjuru nusantara , tentang alasan mereka pindah . maka lebih baik kyai gak usah ngomong khiyanat dulu deh . perbaiki aja PKB yg kyai pimpin . mereka pasti punya alasan kok .

jika sama2 makan soto , dan kyai anggap soto itu pas rasanya , maka jangan salahkan mereka yg nganggep soto iku kurang ini - itu .

jangan samakan orang wajib pilih PKB dengan fardhu ‘ain . kalau-pun kyai punya dasar dalil , maka seperti apa dulu dalil-nya yg membuat fardhu ain memilih PKB . dan dalil itu pasti ada yg menafsiri lain menurut pengetahuan kyai2 lainnya . coba kyai tanya2 dulu aja kesemua orang NU yg ga’ di PKB …

maaf sebelumnya kyai . saya hanya orang biasa yg selalu cinta pada orang2 yang bisa mencintai ALLOH sepanjang hidup mereka . termasuk para kyai2 .

salam

abi al-khoir zakky nafis

lalu agak lama pemilik blog itu menjawab comment – ku begini :

Buat Saudara Zaky Nafis yang saya hormati …

Sebelumnya saya ucapkan berribu-ribu terimakasih atas kunjungan anda ke blog saya ini . Yang barang tentu dengan kunjungan anda kita bisa saling tukar pendapat dan saling mengisi satu sama lainnya .

Juga atas segala komentar, kritik, dan sarannya. Saya juga ucapkan terimakasih yang tiada tara. Tetapi, perlu anda ketahui bahwa apa yang anda komentari dalam blog saya itu ada kemungkinan ada kesalah fahaman. Apa yang saya curahkan dalam bentuk pemikiran itu , bukan semata-mata karena saya ini menjabat sebagai ini itu disebuah organisasi atau partai. Tetapi ini hanya kebetulan saja.

Artinya, sekalipun saya ini tidak menjabat apa-apapun, saya merasa ini adalah kewajiban saya untuk menyampaikan pemikiran ini kepada semua orang Islam khususnya warga NU tentang kewajiban ta’at kepada ulil amri (pemimpin) diantara golongan tertentu. Seperti yang dinyatakan dalam Firman Allah swt berikut ini:

íÇ ÇíåÇ ÇáÐíä ÂãäæÇ ÃØíÚæÇ Çááå æÃßíÚæÇ ÇáÑÓæá æÃæáì ÇáÃãÑ ãäßã ( ÇáäÓÇÁ : 59 )

“ Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan (taati) ulil amri di antara kamu sekalian. “. (QS. An-Nisa :59)

Dan perhatikan sabda Nabi berikut:

ãóÜäú ÝóÜÇÑóÞó úÇáÜÌóÜãóÜÇÚóÜÜÉó ÞóÜÏúÑó ÔöÜÈúÜÑò ãóÜÇÊó ãöÜíúÜÊóÜÉð ÌóÜÇåöÜáöÜíøóÜÉð

“ Barangsiapa yang memisahkan diri dari jama’ahnya (kelompok) kira-kira hanya sejengkal, maka (jika) dia mati (dihukumi) mati jahiliyah “.

Dengan kedua dasar itulah, saya menyimpulkan bahwa suatu anggota jam’iyah tertentu, maka dia wajib taat kepada ulil amrinya. Kalau tidak, berarti khianat kepada diri sendiri, pemimpinnya, dan berdosa dihadapan Allah swt. Hukum ini berlaku untuk umum dan tidak pandang bulu. Entah itu kepada seorang Kyai, Ustadz, Petani, Buruh, Nelayan, dan lain-lain.

Bahkan sekalipun berandai-andai, menurut saya itu sah-sah saja. Namanya juga berandai-andai, jangankan mengandai-andai malaikat, mengandai-andai dengan Allah pun (ma’af) itu sah-sah saja. Hanya saja kalau berandai-andai kepada Allah, itu mustahil terjadi. Tapi jika berandai-andai kepada makhluq Allah, ada kemungkinan besar bisa terjadi.

Saya kan mengandaikan Malaikat Jibril jika dia dikasih sifat-sifat manusia oleh Allah. Dan hal ini mungkin saja terjadi seperti yang pernah dialami oleh malaikat Harut Marut dulu. Setelah dikasih sifat-sifat manusia, kemudian malaikat Jibril sowan ke PBNU untuk menyatakan dalam bentuk ucapan bahwa : Saya (Malaikat Jibril) menyatakan termasuk warga NU, dan sejak itu pula Malaikat Jibril sudah tidak di ma’shum lagi. Kalau memang terjadi seperti itu, sangatlah jelas. Bahwa seandainya Malaikat Jibril tidak taat kepada PBNU berarti Malaikat Jibril itu khianat.

Memang betul bahwa Kyai-Kyai yang berada diselain PKB tentu punya alasan tersendiri. Namun, apakah alasan itu sekiranya bisa dibenarkan menurut hukum? Sekalipun Kyai-Kyai itu termasuk Kyai-Kyai Khos atau gedean. Dan saya akui ilmu dan amalnya juga sangat luar biasa. Tetapi, kalau bicara masalah organisasi tentu yang menjadi qiblat bukan Kyai, guru, Ustadz, Orang Tua, Mertua, Pejabat, Bos, ataupun yang lainnya. Tetapi yang namanya organisasi qiblatnya adalah Pengurus Besar Organisasi itu.

Dalam hal ini PBNU telah mendeklarasikan sebuah wadah untuk menampung aspirasi politik warga Nahdliyin yaitu PKB. Di deklarasikannya PKB oleh PBNU juga tidak asal-asalan. Kalau melihat kronologi berdirinya PKB, yaitu setelah NU melakukan Khithah pada tahun 1984 di Situbondo dan NU bukan dijadikan Partai Politik lagi, maka dengan sangat terpaksa NU pada waktu itu menyalurkan aspirasi politik warganya ditampung kedalam PPP (ingat bukan PPP yang sekarang).

Dimana, PPP adalah partai gabungan dari Organisasi/ Partai Islam lainnya. Sehingga ada kesan bahwa NU ada dimana-mana. Tetapi setelah jatuhnya Rezim Orde Baru dan lahirnya Era Reformasi, PBNU pada waktu itu kebanjiran usulan dari warganya agar secepatnya membentuk sebuah wadah guna menampung aspirasi politik warga NU.

Akhirnya, pada tanggal 23 Juli 1998 PBNU mendeklarasikan PKB sebagai wadah untuk menampung aspirasi politik warga NU. Dan mestinya kesan bahwa NU ada dimana-mana tentunya sudah tidak berlaku lagi. Karena, NU sudah punya PKB. Selama deklarasi itu belum di amandemenkan, maka Deklarasi itu akan terus berlaku sekalipun sudah terjadi kepemimpinan yang baru. Karena, ketika PKB dideklarasikan yang menjabat PBNU pada waktu itu adalah KH. Abdurrahman Wahid. Dan sekarang sudah diganti dengan KH. Hasyim Muzadi.

Menukil pendapatnya KH Mustahdi Abbas (Buntet Pesantren Cirebon) pada waktu NU digabung kedalam PPP, beliau berfatwa:

“ Seluruh warga Nahdliyin wajib dan Frdlu ‘Ain untuk memilih PPP. Kalau tidak, maka DOSANYA TIDAK AKAN DIAMPUNI OLEH ALLAH SWT ” .

Kalau kita cermati sejenak, KH. Mustahdi Abbas memfatwakan wajibnya warga NU untuk memilih PPP. Padahal, PPP waktu itu merupakan partai gabungan dari organisasi/ partai islam lainnya. Meskipun pada waktu itu NU belum mempunyai wadah/ rumah. Tapi sekarang, NU sudah punya rumah sendiri yaitu PKB. Belum punya rumah saja kita wajib taat kepada PBNU untuk berada dirumah orang lain. Apalagi sekarang NU sudah punya rumah sendiri? Mungkin anda bisa menilainya.

Atas segala kekurangan yang saya miliki, saya mohon ma’af yang sebesar2nya. ÌÒÇßã Çááå

Komentar oleh Khodim Ma'had Al-Ishlah | Februari 26, 2009

 lalu aku-pun membalasnya lagi :

 

Assalamu’alaikum wr wb

Kyai ( ?? ) yg saya muliakan . . .

Terima kasih sekali atas tanggapan njenengan terhadap komentar saya diblog ini . Saya mengerti dan faham apa yg telah kyai maksud . panjenengan telah menjelaskan pada saya panjang lebar dan saya mengerti arahnya . apalagi dengan menyertakan sebuah hadits tentang wajib-nya al-jama’ah .

bahkan sangat menakutkan sekali bagi umat islam yg tak mengikuti al-jama’ah . dan perlu digaris bawahi bahwa saya sejak awal paham akan hal itu . namun pertanyaannya sekarang , yg kyai maksudkan kata aljama’ah dlm hadist itu yg mana kira2 ?

maksud saya NU-nya atau PKB-nya ?

atau dua-duanya ?

kalau NU-nya , berarti kita harus sam’an wa tho’atan pada pemimpinnya . begitu kan kyai ? lha sedang pemimpin umumnya NU sendiri bilang warga NU tak boleh diwajibkan disalah satu partai tertentu kok . biarkan warga NU bebas menentukan pilihannya . sekarang pada gus dur-nya sendiri memberi perintah golput selagi dia masih belum menang dalam urusan intern PKB . lalu pada cak imin-nya mewajibkan warga NU ke PKB .

pertanyaan saya , siapa kira2 diantara 3 orang tadi yg dianggap pemimpin jama’ah ? hasyim muzadi kah atau gus dur kah atau muhaimin ? . kyai bisa saja melantunkan dalil-2 sebanyak mungkin . tapi ingat , tetap saja itu masih menurut penafsiran kyai dan teman2 njenengan.

Terus kyai bilang bahwa kyai-kyai NU yg sudah tidak di PKB bahkan mendirikan partai sendiri itu golongan yg tidak dibenarkan hukum ? sekali lagi saya sampaikan dan yg anda sampaikan bahwa para kyai adalah orang2 yg berilmu , pertanyaan saya adalah :

sebodoh itukah beliau2 hingga berani melangkah ke-jalan yg tidak sesuai hukum ? .

apa mungkin ada 3 alternatif jawaban :

1. memang kyai-kyai diluar PKB itu bodoh2 semua .

2. beliau2 adalah orang2 yg berkeyakinan benar ( berdasarkan syar’I ) untuk keluar dari PKB

3 . presepsi ( prasangka buruk) njenengan sendiri ? .

coba kyai bicara dari hati ke hati dg para kyai yg keluar PKB . saya yakin mereka tidak akan jawab : bosen di PKB atau warna logo PKB-nya kurang pas . saya yakin mereka juga punya dalil-dalil atau apapun yg bisa membenarkan langkah mereka .

nah , jika kyai berkesimpulan bahwa mereka sudah tak sesuai hukum lagi , lalu mereka juga berkesimpulan bahwa kyai juga tak sesuai hukum lagi . wah apa jadinya jika ada perpecahan antar kyai ? terus terang kyai , untuk menentukan kelompok njenenegan dan kelompok kyai NU yg ada diluar PKB yg benar secara pasti itu masih sangat rancu . karena sama2 ahli ilmu-nya .

Maka komentar saya itu simple saja dan ngga’ berat2 . gini : benahi dulu tubuh PKB terutama kalangan elit2 nya untuk ber-ahlaq santun . tak ada pertengkaran disaat sidang diPKB ( sering di TV ). Tak perlu rebutan kedudukan . tak perlu korupsi dan lainnya ( ini bukan bualan , karena sering muncul di TV dan Koran tentang semua itu ) .

terlebih lagi elit2 PKB didaerah2 lain . lalu ditambah lagi memikirkan kader2 PKB tingkat bawah . Terus ini yg penting , kyai berusahalah menyatukan kembali elit2 politik ditubuh PKB agar bersuara dan melangkah sama antara KH hasyim muzadi , gus dur dan muhaimin . satukan mereka dulu . lalu posisikan para kyai-kyai dan para habaib menurut posisinya . jangan hanya dimanfaatkan aja . nanti tanpa diberi fatwa-pun para kader PKB akan kembali lagi .

jika PKB itu sangat baik muru’ahnya dan bisa menjaganya dimulai tingkatan elitnya .. insyallah kyai , pasti PKB akan dg sendirinya besar kembali .

Secara ide besarnya panjenengan utk kembali bersatu ke PKB , saya sangat setuju. Karena itu akan lebih baik . tapi ya itu kyai , benahi rumahnya dulu agar mereka betah tinggal disana . akhirnya banyak yg punya pendapat :

cukup dg NU saja kita selamat dan tidak mufarroqoh dg jama’ah . sebab NU lah inti dari jama’ahnya . bukan PKB , PPP , PKNU dll karena semuanya adalah ibarat wadah tambahan untuk pembelajaran didunia politik saja buat nahdliyyin . maka kalau ikut kepartainya , maka ciri ke-islaman nahdliyyin jadi hilang ( maaf itu bukan kalimat saya , tapi sangat banyak yg bilang begitu ).

Oh iya , kyai bilang , meski kyai tdk punya jabatan apa2 di PKB pasti tetap konsisten di PKB ? semoga saja ini bukan termasuk ber-andai-andai njenengan . kan belum terjadi ? … dan tak bisa dipastikan .

Mohon maaf kyai jika njenengan anggap saya kurang bisa ber-adab . sungguh saya tidak seperti itu orangnya . saya Cuma orang yg mendambakan kesolitan dan kerukunan dari para kyai-kyai meski berbeda partai . makanya saya terus prihatin dg adanya PKB lalu PKNU lalu gus ipul yg rencananya memulihkan rumah lamanya PPP (katanya ) . apa yg bisa kita contoh ? . Semoga komentar saya ini tak mengurangi rasa hormat dan ta’dhim saya pd kyai .

Wassalamu’alaikum

Komentar oleh abi elkhoir zakky nafis | Maret 13, 2009

nah selesai .. dan hingga saat ini aku belum dapat balasan atas koment ku yg terakhir .

wassalam abi

1 comment:

  1. Salam Mas Abi,

    Kelanjutan comment jenengan gimana? adakan koment balsan dari pak Kyai tersebut?

    Salam,
    curly hair cut

    ReplyDelete

eits ! tunggu dulu dong ... kan blom nulis coment ya kan ?! ayo diketik coment-nya ye

KISAH MBAH SHOLEH SEMENDI DAN MBAH FATAH SEGOROPURO

Dulu , sesama habaib jawa apabila sudah berkumpul atau bertemu pasti tak lepas dari yg namanya becanda ala kyai . dan trad...